How To Win in The Age of Digital Celebrities
Memenangkan perhatian konsumen di tengah ledakan konten digital bukan soal siapa yang punya dana paling besar, tetapi soal siapa yang paling dipercaya. Di era panggung para digital celebrities, kekuatan pemasaran pun bergeser. Tanpa strategi yang tepat, miliaran rupiah bisa habis tanpa bekas.
Piala Dunia FIFA 1970 bukan hanya menjadi saksi puncak kejayaan dari pesepakbola asal Brasil, Pele. Tahun itu menjadi tahun manis penutup karier Pele di Timnas Brasil yang memutuskan pensiun ketika tim Samba membawa pulang piala ketiga di ajang tertinggi sepak bola dari FIFA.
Di balik cerita manis Timnas Brasil dan Pele yang berhasil menaklukkan Timnas Italia dengan skor 4-1 di laga final, laga sebelumnya ketika Brasil melawan Peru pun melahirkan aksi pemasaran paling ikonik sepanjang sejarah Puma.
Saat pertandingan, Pele meminta wasit untuk menunda sejenak pertandingan karena dirinya ingin mengikat tali sepatu PUMA King berkelir hitam dengan PUMA Formstrip kuning yang dikenakannya.
Aksi 20 detik senilai US$ 120.000 (setara dengan US$ 1 miliar nilai hari ini) dari Pele menarik perhatian kameramen yang telah dibayar oleh Puma untuk menyorot kegiatannya. Menurut laporan FIFA, ajang piala dunia 1970 menjadi gelaran tersukses piala dunia dan diklaim ditonton oleh 10.000 penonton dari seluruh dunia.
Kampanye cerdas ini pun menjadi konten endorsement yang viral pertama da
MarketeersMAX
Anda harus berlangganan lebih dulu untuk mengakses semua konten premium ini. Apabila Anda sudah berlangganan, silakan klik tombol Login.
























