Ditopang Konsumsi dalam Negeri
Industri Waralaba

Ditopang Konsumsi dalam Negeri

Industri waralaba semakin menarik minat masyarakat. Sebaran pemberi waralaba juga sudah semakin merata ke berbagai wilayah Indonesia.

OlehTri Kurnia Yunianto

Tinginya konsumsi domestik menyebabkan industri waralaba semakin menggeliat. Bahkan, di tengah merebaknya pandemi tidak menyurutkan minat masyarakat membuka bisnis model waralaba. Sebagian besar masyarakat mengincar bisnis waralaba di sektor makanan dan minuman (food and baverages/F&B).

Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan tahun 2021, bisnis waralaba F&B mendominasi dengan persentase 59,37%. Kemudian, diikuti dengan industri ritel sebanyak 15,31%, jasa pendidikan nonformal 13,4%, dan jasa kecantikan serta kesehatan 6,22%. Lalu, ada pula jasa binatu 3,35% dan jasa perantara perdagangan properti 3,35%. (Grafik 1)

Image or Photo Marketeers Max

0

MarketeersMAX

Anda harus berlangganan lebih dulu untuk mengakses semua konten premium ini. Apabila Anda sudah berlangganan, silakan klik tombol Login.