Dua Arus Fesyen yang Bertolak Belakang

Industri fesyen saat ini bergerak dalam dua arah yang kontras. Di satu sisi, fast fashion masih menjadi kekuatan dominan dengan sistem produksi cepat, harga murah, dan tren yang berganti dalam hitungan pekan.

OlehDyandramitha Alessandrina

Image or Photo Marketeers Max

Industri fesyen saat ini bergerak dalam dua arah yang kontras. Di satu sisi, fast fashion masih menjadi kekuatan dominan dengan sistem produksi cepat, harga murah, dan tren yang berganti dalam hitungan pekan.

Berdasarkan laporan Fortune Business Insights, nilai pasar global fast fashion mencapai sekitar US$ 167 miliar pada tahun 2025 dan diproyeksikan tumbuh menjadi US$ 317 miliar pada tahun 2026. Angka ini menunjukkan bagaimana budaya konsumsi fast fashion masih mendominasi pasar dunia, termasuk Indonesia, dengan e-commerce dan media sosial berperan mempercepat siklus tren pakaian.

Di sisi lain, tumbuh arus baru yang menantang

0

MarketeersMAX

Anda harus berlangganan lebih dulu untuk mengakses semua konten premium ini. Apabila Anda sudah berlangganan, silakan klik tombol Login.