Membangun Merek yang Bernilai

Diferensiasi bukan sekadar aksi memisahkan diri dari kompetisi, melainkan strategi untuk menciptakan hubungan emosional, memenuhi ekspektasi, dan menjaga kepercayaan dalam jangka panjang. Merek yang gagal merespons perubahan ini akan mudah tergeser, sebaik apa pun fitur yang dibawanya.

OlehDyandramitha Alessandrina & Muhammad Mavellyno Vedhitya

A COMPASS

Apa yang membuat satu merek terus diingat, sementara yang lain lenyap seperti ditelan bumi? Dalam dunia bisnis yang diwarnai perubahan tanpa jeda, pertanyaan ini makin relevan.

Lihat bagaimana Myspace tergantikan oleh Facebook, atau bagaimana GoPro yang sempat menjadi simbol gaya hidup kini gemanya mengecil di tengah dominasi smartphone dengan kemampuan video yang kian canggih.

Mereka bukan kalah dalam hal produksi, melainkan dalam membangun diferensiasi yang tetap relevan dan seirama dengan kebutuhan konsumen. Sebuah riset global menunjukkan 81% konsumen hanya akan membeli dari merek yang mereka percaya.

Angka ini menegaskan kualitas produk tidak lagi menjadi satu-satunya penentu keputusan pembelian, karena kepercayaan adalah faktor yang justru makin bernilai. Merek yang gagal membangun trust akan tersingkir, sebaik apa pun fungsinya di atas kertas.

0

MarketeersMAX

Anda harus berlangganan lebih dulu untuk mengakses semua konten premium ini. Apabila Anda sudah berlangganan, silakan klik tombol Login.