AI & China in Focus

AI & China in Focus

Memasuki tahun 2026, tantangan utama dunia bisnis tidak lagi terletak pada seberapa cepat perusahaan tumbuh, melainkan seberapa lincah dan terintegrasi perusahaan tersebut dalam mengelola pertumbuhan.

Disrupsi teknologi, perubahan regulasi, volatilitas ekonomi, hingga pergeseran perilaku konsumen dan pasar telah memaksa organisasi meninggalkan pendekatan silo dan bergerak menuju model yang lebih holistik, adaptif, dan kolaboratif. Dalam konteks ini, pendekatan Lean & Agile menjadi jawaban yang mampu menemukan relevansinya, bukan sebagai jargon manajerial, melainkan sebagai paradigma kerja lintas fungsi.

OlehMuhammad Perkasa Al Hafiz

Bahasan Indonesia Marketing Outlook 2026 yang dibawakan oleh Hermawan Kartajaya, Founder & Chair of MCorp pada The 20th Annual MarkPlus Conference 2026 menunjukkan bagaimana Lean & Agile menjadi jawaban untuk strategi pemasaran tahun 2026.

Sebelum itu, untuk membaca arah dan memprediksi outlook pemasaran tahun 2026, kita bisa memulainya dengan menganalisis 5 Drivers of Change (5D). Framework ini terdiri dari Technology sebagai primary driver, Political-Legal, Economy, dan Social-Culture sebagai main driver, serta Market sebagai final driver. (Grafik 1).

Image or Photo Marketeers Max

Hermawan menyebut bahwa dua driver yang wajib dilihat pada tahun 2026 adalah Technology dan Political-Legal. Teknologi yang wajib dipantau adalah kehadiran teknologi berbasis artificial intelligence (AI). Bukan sekadar generative AI untuk menjawab pertanyaan seperti ChatGPT, Gemini, atau kawan-kawannya dengan fungsi dasarnya sebagai Gen AI. Kini su

0

MarketeersMAX

Anda harus berlangganan lebih dulu untuk mengakses semua konten premium ini. Apabila Anda sudah berlangganan, silakan klik tombol Login.