Merangkai Customer Value
Pada era Artificial Intelligence (AI), customer value tidak lagi ditentukan oleh fitur dan harga, melainkan oleh kemampuan perusahaan menghadirkan pengalaman yang relevan, personal, dan kontekstual. Karenanya, kehadiran AI di tengah kehidupan kita telah mengubah lanskap Product Management secara fundamental.
Dalam marketing framework The Nine Core Elements of Marketing yang dikutip dari buku Rethinking Marketing: Sustainable Marketing Enterprise in Asia (2002) oleh Philip Kotler, Hermawan Kartajaya, dan Hooi den Huan, Product Management masuk dalam Tactic untuk meraih market share. Disebutkan, taktik itu ditentukan dari cara pemasar dalam meracik Marketing Mix, Diferensiasi dan Selling.
Jika sebelumnya nilai produk banyak ditentukan oleh fitur dan harga, hari ini keunggulan kompetitif semakin bergeser pada kemampuan perusahaan dalam menciptakan pengalaman yang relevan, personal, dan kontekstual bagi pelanggan. Riset PwC dan Oracle bertajuk PwC Customer Experience Survey 2025 menunjukkan 52% konsumen berhenti bertransaksi karena pengalaman buruk. Sementara itu, 70% eksekutif mengatakan ekspektasi pelanggan tumbuh lebih cepat dari adaptasi perusahaan. (Grafik 1)
MarketeersMAX
Anda harus berlangganan lebih dulu untuk mengakses semua konten premium ini. Apabila Anda sudah berlangganan, silakan klik tombol Login.
























