Marketing Strategy Shift dan Pemahaman Konsumen
“Tahun ini, strategi marketing apa yang akan moncer, dan strategi marketing apa yang sudah usang dan kehilangan kedigdayaannya?” Begitu pertanyaan yang paling sering muncul di benak para marketeer di setiap akhir tahun hingga awal tahun.
Dorongan utamanya tentunya adalah tahun fiskal baru yang mana sales target dan marketing budget di-reset ulang dan kita “mulai dari nol lagi ya”, seperti kata iklan Pertamina. Pemikiran ini pun muncul di benak hampir 300 orang marketeer profesional yang bergabung di komunitas marketeer bernama “The Consumer Lab” yang saya inisiasi beberapa waktu lalu.
Kami sepakat bahwa walaupun issue ini relevan, namun pemahaman bahwa faktor yang mendorong perubahan strategi marketing adalah konsumen yang selalu berubah tanpa menunggu pergantian tahun. Untuk itu rasa ingin tahu dan kewaspadaan marketeer terhadap perubahan ini baiknya menjadi rutinitas sehari-hari ketimbang dilontarkan hanya pada setiap pergantian tahun seperti pergantian nasib berdasarkan shio yang memang bergantung pada pergantian periode penanggalan.
Diskusi semacam ini baiknya menjadi diskusi yang dipelihara setiap hari, karena konsumen berubah tanpa menunggu ganti tahun. Lepas dari konteks pergantian tahun satu momen penting yang harus diingat dan dipahami sebagai dasar untuk bisa memahami dan memprediksi tahun 2026 adalah fakta bahwa ha
MarketeersMAX
Anda harus berlangganan lebih dulu untuk mengakses semua konten premium ini. Apabila Anda sudah berlangganan, silakan klik tombol Login.

Ignatius Untung
Praktisi Marketing & Behavioral Science
























