Mamin Hadapi Tahun 2026 dengan Prudensi
GAPMMI

Mamin Hadapi Tahun 2026 dengan Prudensi

Di tengah tekanan ekonomi global yang belum mereda, industri makanan dan minuman (mamin) Indonesia masih menunjukan ketahanan yang relatif baik.

OlehAdhi S. Lukman, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI)

Sebagai pelaku dan pengamat industri makanan dan minuman, saya melihat tahun 2025 sebagai fase pemulihan yang patut disyukuri, meski belum sepenuhnya bebas dari tantangan.

Secara agregat, kinerja industri mamin sepanjang tahun 2025 beradadi jalur positif. Hingga kuartal ketiga, pertumbuhannya telah mencapai 6,49%, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024 yang berada di kisaran 5,9%. Angka ini memberi sinyal bahwa konsumsi domestik masih terjaga dan industri mamin tetap menjadi salah satu penopang penting perekonomian nasional.

Namun, saya perlu menegaskan bahwa pertumbuhan ini tidak dirasakan secara merata oleh seluruh subsektor.

Ada kategori yang tumbuh sangat baik, bahkan mencatatkan kinerja yang impresif, seperti frozen food dan air minum dalam kemasan. Di sisi lain, ada pula segmen yang justru mengalami tekanan.

Perbedaan kinerja antarsegmen ini tidak bisa dilepaskan dari perubahan perilaku konsumen. Tekanan daya beli mendorong masyarakat untuk semakin rasional dalam menentukan prioritas belanja.</

0

MarketeersMAX

Anda harus berlangganan lebih dulu untuk mengakses semua konten premium ini. Apabila Anda sudah berlangganan, silakan klik tombol Login.