Membangun Relevansi lewat Personalisasi
Ilustrasi: Marketeers/Madeline

Membangun Relevansi lewat Personalisasi

Produk digital menunjukkan kecenderungan semakin mampu menyesuaikan diri dengan penggunanya. Rekomendasi muncul secara kontekstual, antarmuka beradaptasi dengan kebiasaan, dan pengalaman terasa personal meskipun produk yang sama digunakan dalam skala massal. Fenomena ini mencerminkan
pergeseran mendasar dalam praktik product management, di mana relevansi tidak lagi dibangun semata melalui fitur, melainkan melalui kemampuan produk memahami konteks dan menjaga kepercayaan pengguna secara berkelanjutan.

OlehDyandramitha Alessandrina

Dalam konteks product management, keberhasilan sebuah produk tidak lagi cukup ditentukan oleh seberapa baik ia berfungsi. Di tengah banyaknya pilihan yang tersedia, produk perlu memiliki diferensiasi yang jelas agar tetap dipilih dan digunakan.

Merujuk pada The Nine Core Elements of Marketing dari buku Rethinking Marketing: Sustainable Marketing Enterprise in Asia (2002) oleh Philip Kotler, Hermawan Kartajaya, dan Hooi den Huan, product management termasuk dalam cakupan taktik untuk meraih market share (Grafik 1). Taktik ini sendiri didukung oleh beberapa komponen seperti Selling, Marketing Mix, dan Differentiation. Pada era teknologi seperti saat ini, salah satu bentuk diferensiasi yang semakin menonjol adalah mass customization, yaitu kemampuan produk melayani pengguna dalam jumlah besar, sambil tetap menghadirkan pengalaman yang terasa personal bagi setiap individu. Pendekatan ini mengubah cara produk dinilai.

Diferensiasi tidak lagi hanya bertumpu pada fitur yang lebih lengkap atau harga yang lebih kompetitif. Nilai produk kini semakin ditentukan oleh kemampuannya memahami k

0

MarketeersMAX

Anda harus berlangganan lebih dulu untuk mengakses semua konten premium ini. Apabila Anda sudah berlangganan, silakan klik tombol Login.