Tekanan Regulasi dan Daya Beli
Notify

Tekanan Regulasi dan Daya Beli

Industri real estate Indonesia pada tahun 2025 menghadapi tekanan berlapis yang memengaruhi kinerja sektor perumahan nasional. Tantangan berasal dari daya beli masyarakat yang melemah serta regulasi lintas kementerian yang belum sepenuhnya selaras.

OlehHari Gani, Wakil Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia

Industri real estate tidak hanya berhadapan dengan permintaan, tetapi juga kompleksitas. kebijakan struktural. Kondisi tersebut membuat pengembang harus menyesuaikan strategi bisnis di tengah ketidakpastian pasar.

Dalam Industri ini, harmonisani kebijakan antarkementerian menjadi faktor penentu keberlanjutan sektor perumahan. Koordinasi kebijakan dinilai berpengaruh langsung terhadap kelancaran investasi dan kepastian usaha.

Pandangan tersebut lahir dari pengalaman pelaku industri menghadapi berbagai hambatan regulasi dan ekonomi. Situasi ini menjelaskan mengapa sektor perumahan belum bergerak optimal. sepanjang tahun berjalan.

Kini, industri real estate sangat kompleks dan keberhasilannya tergantung harmonisasi kebijakan antarkementerian serta kondisi ekonomi masyarakat. Tekanan terbesar industri berasal dari penurunan daya beli masyarakat berpenghasilan rendah. Kondisi ekonomi rumah tangga memengaruhi kemampuan mencicil rumah secara signifikan.

Sehagian besar pasar perumahan nasional berada pada segmen harga sekitar Rp 140 juta. Segmen ini mencakup hampir 80% struktur industri perumahan nasional.

Hambatan lain muncul dari kebijakan p

0

MarketeersMAX

Anda harus berlangganan lebih dulu untuk mengakses semua konten premium ini. Apabila Anda sudah berlangganan, silakan klik tombol Login.