Menata Ulang Strategi Ritel Indonesia
Di tengah tekanan daya beli dan perubahan pola konsumsi, industri ritel dan pusat perbelanjaan Indonesia memasuki fase penyesuaian yang semakin menentukan arah keberlanjutan bisnis.
Industri ritel dan pusat perbelanjaan Indonesia memasuki fase yang semakin kompleks. APPBI melihat tahun 2025 sebagai periode transisi yang penuh kehati-hatian. Pemulihan pascapandemi belum berjalan sepenuhnya linier, sementara tekanan ekonomi dan perubahan perilaku konsumen terus membentuk wajah baru industri ritel nasional.
Secara umum, kinerja ritel sepanjang tahun 2025 masih menunjukkan pertumbuhan. Namun, laju pertumbuhan tersebut relatif terbatas dan diperkirakan berada di bawah 5%. Salah satu penyebab utamanya adalah tidak optimalnya momentum puncak konsumsi, khususnya pada periode Ramadan dan Idulfitri yang selama ini menjadi motor utama penjualan.
Tidak maksimalnya periode tersebut berdampak langsung pada kinerja tahunan. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa pelaku usaha perlu lebih realistis dalam membaca pasar dan menetapkan target, terutama di tengah daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
Selama bertahun-tahun, Ramadan dan Idulfitri menjadi jangkar pertumbuhan ritel. Namun pada tahun 2025, momentum itu me
MarketeersMAX
Anda harus berlangganan lebih dulu untuk mengakses semua konten premium ini. Apabila Anda sudah berlangganan, silakan klik tombol Login.
























