Membaca Arah Industri di Tengah Optimisme dan Kewaspadaan
Diskusi di MarkPlus Conference 2026 menegaskan Indonesia memasuki tahun depan dengan peluang besar sekaligus tantangan nyata. Teknologi, regulasi, daya beli, budaya konsumen, dan dinamika pasar saling berinteraksi, menciptakan ketidakpastian yang hanya bisa dijawab dengan ketangkasan.
MarkPlus Conference (MPC) 2026 kembali menjadi ruang foresight penting bagi dunia bisnis. Dalam sesi Indonesia Industry Outlook 2026, enam asosiasi besar hadir, yakni Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI), Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Realestat Indonesia (REI), Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI), Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), dan Perhimpunan Bank-Bank Nasional (PERBANAS).
Masing-masing membawa perspektif dari sektor makanan-minuman, otomotif, properti, kesehatan, ritel, hingga perbankan. Diskusi ini memperlihatkan bagaimana arah ekonomi Indonesia ditentukan oleh interaksi lintas sektor. Saya coba paparkan dari lima sudut pandang yang merujuk pada konsep 5 Drivers of Change untuk membaca lanskap perubahan.
Technology: "The Electric Shockwave"
Perubahan teknologi menjadi sorotan pertama. Dari sisi otomotif, Jongkie D. Sugiarto, Ketua I GAIKINDO menekankan bahwa percepatan adopsi kendaraan l
MarketeersMAX
Anda harus berlangganan lebih dulu untuk mengakses semua konten premium ini. Apabila Anda sudah berlangganan, silakan klik tombol Login.

Taufik
Deputy CEO

























